Advanced Poll
How is the appearance of this website?
Awful
Not that bad
Quite interesting
Good enough
Good


View results
Version 2.08

Google Search

Archives

My Future Plan


Make your own Countdown Clocks

best viewed with

Spread Firefox Affiliate Button

…Begitu jauh, Begitu dekat…

March 13th, 2009 winaz STORY [0] Comment

Setiap hari aku belajar, setiap hari pula aku menjadi merasa lebih bodoh dari sebelumnya… ku dapati bahwa terlalu banyak di dunia ini yang belum ku mengerti.

Hari ini aku belajar betapa banyak orang yang tidak mengetahui betapa Allah begitu dekat, mungkin aku pun termasuk diantara orang-orang itu. Terkadang aku merasa betapa jauhnya diriku dengan Allah sang Rabb semesta alam, sehingga timbul pertanyaan-pertanyaan di hati ini, apakah aku telah ditinggalkan oleh-Nya, apakah aku tak layak lagi mendapat kasih sayang-Nya, dan banyak pertanyaan-pertanyaan lainnya yang terus berdengung di dalam benakku. Hari ini aku merenung dan mempelajar bahwa sesungguhnya bahwa sesungguhnya bukanlah Rabb-ku yang meninggalkan aku selama ini, akan tetapi aku lah yang telah meninggalkan-Nya terlebih dahulu. Bukankah dia telah menyatakannya dengan jelas dalam surat cinta-Nya kepada para insan yang telah Ia ciptakan

»Read more«

Who has the right to judge???

March 10th, 2009 winaz STORY [3] Comments

Berpuluh-puluh tahun sudah ku tinggal bersama jasad ini…
Setiap jam, setiap menit, bahkan setiap detik ini selalu kulalui bersama…
namun sudah kah ku mengenal siapa diriku sebenarnya…
Baikkah aku… atau..
Seburuk itukah aku…??

Aku bahkan tak bisa mengingat…
Apa yang pernah ku lakukan di hari ini dupuluh tahun, sepuluh tahun, lima tahun atau bahkan setahun yang lalu…
Pernah kah aku melakukan kebaikan yang sangat bernilai di mata Tuhanku sehingga menjadikanku sebagai makhluknya yang layak disebut orang baik…
Ataukah pernah suatu waktu di masa yang lalu, aku berbuat yang tak disuka oleh Nya sehingga membuatNya murka terhadapku…
»Read more«

…Kisah seorang ibu…

December 18th, 2008 winaz STORY [0] Comment

Kisah ini terjadi pada tahun 1987, di sebuah perkebunan karet terpencil di Lampung Selatan tinggal seorang ibu yang sudah tua serta sakit-sakitan. Dia hanya tinggal seorang diri tanpa ada sanak keluarga juga anak-anak yang mengurus. Setiap hari dia hanya hidup seadanya dari menjual hasil bumi yang di tanam sendiri di ladang belakang rumahnya. Sudah beberapa hari ini ibu tersebut hanya tergolek di tempat tidurnya yang lusuh di dalam sebuah ruang yang menyatu dengan ruang tamu yang tidak terawat. Tidak seorangpun yang tahu bahwa dia memendam penderitaan yang teramat sangat, hingga suatu ketika datang seorang ustadz menengok keadaan ibu tersebut. Ustadz itu bertanya padanya tentang keberadaan anak-anaknya atau sanak keluarga yang lain. Dia hanya bisa menangis dengan suara yang sangat lirih dan air mata yang meleleh di pipinya yang berkerut. Dengan suara yang terbata dia bercerita bahwa sesungguhnya dia memiliki 5 orang anak, 3 orang laki-laki dan 2 orang perempuan. Anak laki-laki pertamanya kini tinggal di Jakarta sebagai seorang pejabat di sebuah departemen, anak laki-laki keduanya tinggal di Bontang Kalimantan sebagai karyawan sebuah perusahaan multinasional, anak ketiganya perempuan tinggal di Bandung bersama suaminya yang seorang pengusaha, anak keempat laki-lakinya tinggal di Surabaya bekerja di sebuah perusahaan Nasional dan anak kelimanya perempuan bekerja di sebuah perusahaan valas di Jakarta kini tinggal bersama suami dan anak-anaknya. »Read more«