March 16th, 2009
winaz
STORY
Di dunia yang semakin modern dan penuh dampak globalisasi ini, nampak jelas banyak terjadi di sekitar kita ketika seorang anak menelantarkan orang tua mereka. Setelah sekian banyak peluh yang dikucurkan untuk memberikan kehidupan selayak mungkin kepada anak-anaknya. Banyak terjadinya fenomena seorang anak menjadi tuan bagi orang tua mereka sebenarnya telah di kabarkan sejak lama oleh Nabiyullah Muhammad SAW yang merupakan salah satu pertanda semakin mendekatnya dunia ini ke titik akhir.
Akan tetapi di salah satu sudut timur kota Jakarta, dapat aku saksikan sebuah pemandangan yang saat ini bisa dibilang sebagai pandangan yang langka. Ketika seorang Ibu yang diberikan nikmat usia yang panjang namun disertai dengan ujian berupa kepikunan dan kelumpuhan sehingga ia tak dapat berbuat banyak. Sang Ibu itu pun di karuniai seorang anak yang penuh bakti. Di usianya yang tak muda lagi itu sang anak, yang juga telah menjadi seorang istri dan juga seorang ibu dari dua orang anak, dengan sabar dan penuh perhatian dalam menjaga ibunya yang kini berusia 87 tahun. Sang ibu yang sudah renta itu sudah tak lagi mengenal waktu, layaknya seorang bayi yang menangis kapanpun dia suka, terkadang di pagi, siang, malam bahkan dini hari ia selalu memanggil anaknya dan meminta tolong padanya. Betapa sabarnya sang anak yang bahkan setelah ia datang memenuhi panggilan Ibunya ia harus menunggu beberapa lama untuk mengetahui apa yang hendak dipintakan tolong padanya, karena ketika sang anak itu datang, sang ibu, karena kepikunannya, telah lupa apa yang hendak ia sampaikan. Bahkan tidak jarang ia harus kembali ke tempatnya semula karena sang Ibu benar-benar tidak ingat apa yang hendak ia sampaikan.
»Read more«
December 21st, 2008
winaz
POEM
Dalam gelap aku berjalan…
Menapaki jalan setapak demi setapak dengan perlahan…
Kerikil tajam dan duri – duri pun kuinjak dan kutahan…
Jalan yang ku lalui penuh kelok dan entah sampai kapan…
Lalu kulihat semburat cahaya yang memacar di tepi jalan…
Cahaya yang lembut dan penuh dengan kehangatan…
Cahaya yang menuntunku menemukan jalan pulang menuju dekapan…
Cahaya yang tak kan redup meski awan kelam menyelimutinya dengan beban…
Cahaya itu lah yang membuatku tetap tegar dalam menghadapi setiap uji dan cobaan…
Cahaya itu adalah ibuku yang tak akan pernah meredupkan kasihnya yang penuh kesan…

Mother
“dedicated to All Mothers all over the world”
by: Winaz 22/12/08
Mother
December 21st, 2008
winaz
STORY
Tak terasa sudah lebih dari 23 tahun aku merasakan manis pahit hidup di dunia yang penuh dengan warna warni ini. Selama itu pula aku telah menerima begitu banyak pelajaran dari berbagai suka dan duka menjalani hidup ini. Bagiku, pelajaran yang teramat membekas dalam hati dan sanubari ini tidak lain dan tidak bukan adalah pelajaran yang diberikan oleh kedua orangtuaku, terutama pelajaran hidup yang diberikan baik secara langsung maupun tidak langsung oleh Ibuku. Ya pelajaran dari Ibuku berupa kesabaran dan ketangguhan dalam menghadapi hidup.
Ibuku adalah seorang sederhana yang meskipun hanya menyelesaikan pengalaman pendidikan formalnya di tingkat sekolah dasar namun tidak kalah cerdas dan hebatnya dengan para ibu yang lulus dari perguruan-perguruan tinggi. Yah… begitulah… karena pada masa Ibuku bersekolah dulu, orangtua Ibuku sedang dalam masa kesulitan finansial, sehingga ia hanya dapat disekolahkan sampai tingkat SD, bahkan ada keluarganya yang lain bahkan tidak dapat menyelsaikan sekolahnya, dan ada juga yang harus menjadi kuli bangunan hanya untuk membiayai sekolahnya sendiri. Selain itu, pemikiran kuno jaman dulu dimana seorang wanita tidak perlu berpendidikan tinggi yang penting dapat baca tulis dan hitung mudah sudah cukup, karena mereka berpikir bahwa sekolah setinggi apapun seorang wanita akan berujung di dapur. Setelah menyelesaikan pendidikan di SDnya, ibuku mulai membantu ekonomi keluarganya yang sedang morat-marit. Karena Ibuku sangat suka memasak dan membuat kue-kue, sejak kecil Ibuku sudah membantu nenekku membuat kue jajanan pasar untuk kemudian dijajakan di sekitar rumah. Walaupun demikian Ibuku sangat menikmati dan tidak banyak berkeluh kesah dengan keadaanya saat itu. »Read more«