Di dunia yang semakin modern dan penuh dampak globalisasi ini, nampak jelas banyak terjadi di sekitar kita ketika seorang anak menelantarkan orang tua mereka. Setelah sekian banyak peluh yang dikucurkan untuk memberikan kehidupan selayak mungkin kepada anak-anaknya. Banyak terjadinya fenomena seorang anak menjadi tuan bagi orang tua mereka sebenarnya telah di kabarkan sejak lama oleh Nabiyullah Muhammad SAW yang merupakan salah satu pertanda semakin mendekatnya dunia ini ke titik akhir.
Akan tetapi di salah satu sudut timur kota Jakarta, dapat aku saksikan sebuah pemandangan yang saat ini bisa dibilang sebagai pandangan yang langka. Ketika seorang Ibu yang diberikan nikmat usia yang panjang namun disertai dengan ujian berupa kepikunan dan kelumpuhan sehingga ia tak dapat berbuat banyak. Sang Ibu itu pun di karuniai seorang anak yang penuh bakti. Di usianya yang tak muda lagi itu sang anak, yang juga telah menjadi seorang istri dan juga seorang ibu dari dua orang anak, dengan sabar dan penuh perhatian dalam menjaga ibunya yang kini berusia 87 tahun. Sang ibu yang sudah renta itu sudah tak lagi mengenal waktu, layaknya seorang bayi yang menangis kapanpun dia suka, terkadang di pagi, siang, malam bahkan dini hari ia selalu memanggil anaknya dan meminta tolong padanya. Betapa sabarnya sang anak yang bahkan setelah ia datang memenuhi panggilan Ibunya ia harus menunggu beberapa lama untuk mengetahui apa yang hendak dipintakan tolong padanya, karena ketika sang anak itu datang, sang ibu, karena kepikunannya, telah lupa apa yang hendak ia sampaikan. Bahkan tidak jarang ia harus kembali ke tempatnya semula karena sang Ibu benar-benar tidak ingat apa yang hendak ia sampaikan.


