Advanced Poll
How is the appearance of this website?
Awful
Not that bad
Quite interesting
Good enough
Good


View results
Version 2.08

Google Search

Archives

My Future Plan


Make your own Countdown Clocks

best viewed with

Spread Firefox Affiliate Button

…Kasih sayang anak tak sepanjang galah…

March 16th, 2009 winaz STORY [1] Comment

Di dunia yang semakin modern dan penuh dampak globalisasi ini, nampak jelas banyak terjadi di sekitar kita ketika seorang anak menelantarkan orang tua mereka. Setelah sekian banyak peluh yang dikucurkan untuk memberikan kehidupan selayak mungkin kepada anak-anaknya. Banyak terjadinya fenomena seorang anak menjadi tuan bagi orang tua mereka sebenarnya telah di kabarkan sejak lama oleh Nabiyullah Muhammad SAW yang merupakan salah satu pertanda semakin mendekatnya dunia ini ke titik akhir.

Akan tetapi di salah satu sudut timur kota Jakarta, dapat aku saksikan sebuah pemandangan yang saat ini bisa dibilang sebagai pandangan yang langka. Ketika seorang Ibu yang diberikan nikmat usia yang panjang namun disertai dengan ujian berupa kepikunan dan kelumpuhan sehingga ia tak dapat berbuat banyak. Sang Ibu itu pun di karuniai seorang anak yang penuh bakti. Di usianya yang tak muda lagi itu sang anak, yang juga telah menjadi seorang istri dan juga seorang ibu dari dua orang anak, dengan sabar dan penuh perhatian dalam menjaga ibunya yang kini berusia 87 tahun. Sang ibu yang sudah renta itu sudah tak lagi mengenal waktu, layaknya seorang bayi yang menangis kapanpun dia suka, terkadang di pagi, siang, malam bahkan dini hari ia selalu memanggil anaknya dan meminta tolong padanya. Betapa sabarnya sang anak yang bahkan setelah ia datang memenuhi panggilan Ibunya ia harus menunggu beberapa lama untuk mengetahui apa yang hendak dipintakan tolong padanya, karena ketika sang anak itu datang, sang ibu, karena kepikunannya, telah lupa apa yang hendak ia sampaikan. Bahkan tidak jarang ia harus kembali ke tempatnya semula karena sang Ibu benar-benar tidak ingat apa yang hendak ia sampaikan.

»Read more«

Who has the right to judge???

March 10th, 2009 winaz STORY [3] Comments

Berpuluh-puluh tahun sudah ku tinggal bersama jasad ini…
Setiap jam, setiap menit, bahkan setiap detik ini selalu kulalui bersama…
namun sudah kah ku mengenal siapa diriku sebenarnya…
Baikkah aku… atau..
Seburuk itukah aku…??

Aku bahkan tak bisa mengingat…
Apa yang pernah ku lakukan di hari ini dupuluh tahun, sepuluh tahun, lima tahun atau bahkan setahun yang lalu…
Pernah kah aku melakukan kebaikan yang sangat bernilai di mata Tuhanku sehingga menjadikanku sebagai makhluknya yang layak disebut orang baik…
Ataukah pernah suatu waktu di masa yang lalu, aku berbuat yang tak disuka oleh Nya sehingga membuatNya murka terhadapku…
»Read more«

Saya menangis untuk adik saya sebanyak 6 kali

December 17th, 2008 winaz STORY [2] Comments

Mungkin article berikut pernah anda baca, tapi setiap membacanya, batin saya selalu tergugah dengan cerita ini.

Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demi hari, orang tuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung mereka menghadap ke langit. Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda dariku.

Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis di sekelilingku kelihatannya membawanya, Aku mencuri ima puluh sen dari laci ayahku. Ayah segera menyadarinya. Beliau membuat adikku dan aku berlutut di depan tembok, dengan sebuah tongkat bambu di tangannya.

“Siapa yang mencuri uang itu?” Beliau bertanya. Aku terpaku, terlalu takut untuk berbicara. Ayah tidak mendengar siapa pun mengaku, jadi Beliau mengatakan, “Baiklah, kalau begitu, kalian berdua layak dipukul!” »Read more«