Advanced Poll
How is the appearance of this website?
Awful
Not that bad
Quite interesting
Good enough
Good


View results
Version 2.08

Google Search

Archives

My Future Plan


Make your own Countdown Clocks

best viewed with

Spread Firefox Affiliate Button

Tetaplah Disisiku

April 22nd, 2010 winaz POEM [2] Comments

Tetaplah Disisiku

by Rieke

Ya Allah…
Dimanakah ku harus berlabuh…
Saat semua dermaga menutup pintu,
Dan berkata “ini bukan untukmu…”
“Segara menjauh karna disini bukan tempatmu….!!!”

Ya Allah…
Katakan padaku, dermaga untukku berlabuh…???
Agar ku segera menghela nafas kehidupan yang baru.
Sampai kapan ku harus arungi waktu,..
Ku lelah menunggu suatu yang tak pasti walau hanya Satu,..

Ya Allah …
Beri aku penerang jalan-Mu
Agar tak tersesat saat ku melaju,..
Kuatkan awak kapalku,
Saat badai menghalangi jalanku

Ya Allah …
Tetaplah disisiku,
Jangan Engkau menjauh dariku…
Karna ku mati tanpa hadir-Mu

Pelita dalam Gelap

May 26th, 2009 winaz POEM [2] Comments

Winaz, May 17, 2009

Di dalam gelap aku masih menanti
Hadirnya pelita yang sudi menerangi
Jalan yang hendak aku tapaki
Jalan yang penuh kelok dan fatamorgana

Masihkah aku layak menghaeap sang pelita
Ketika hati dan raga ini telah berlumur gelap
Hitam lekam, kusam dan kotor…
Seolah tanpa harapan…

Hadirmu sungguh aku nantikan
Meski aku masih tak yakin layakkah aku menjamumu
Dalam sebuah ruang gelap sempit dan sesak ini
Duhai pelita bilakah hadirmu dapat pudarkan gelapku…

Terkadang aku bahkan tak sanggup tuk membayangkan hadirmu
Aku ingin kau berada di tempat yang tepb layak…
Tapi kemudian terlintas dalam benakku…
Bukankah pelita akan memiliki arti di tengah gelap???

Maka aku akan beranikan diriku
Mengundang hadirmu tuk terangi ruangku
Dan akan ku gantungkan harapku pada Yang Maha Pemberi Cahaya
Semoga Ia tetapkan engkau menjadi pelita di hati dan jiwaku yang gelap…
Kini… dan di kemudian hari..

…Cahaya itu…

December 21st, 2008 winaz POEM [0] Comment

Dalam gelap aku berjalan…
Menapaki jalan setapak demi setapak dengan perlahan…
Kerikil tajam dan duri – duri pun kuinjak dan kutahan…
Jalan yang ku lalui penuh kelok dan entah sampai kapan…
Lalu kulihat semburat cahaya yang memacar di tepi jalan…
Cahaya yang lembut dan penuh dengan kehangatan…
Cahaya yang menuntunku menemukan jalan pulang menuju dekapan…
Cahaya yang tak kan redup meski awan kelam menyelimutinya dengan beban…
Cahaya itu lah yang membuatku tetap tegar dalam menghadapi setiap uji dan cobaan…
Cahaya itu adalah ibuku yang tak akan pernah meredupkan kasihnya yang penuh kesan…

powered by WordPress Multibox Plugin v1.3.5

Mother

Mother

“dedicated to All Mothers all over the world”

by: Winaz 22/12/08