Berawal dari Ramen Berakhir di Kisah Masa Lalu

Jodoh itu sebuah misteri, namun akan tetap menjadi misteri apabila kita tak berusaha untuk menguak tabirnya

Hari itu hari Minggu (18 Desember 2011), seperti biasa tidak banyak yang saya lakukan di kosan. Rasa-rasanya sudah ama sekali saya tak mencicipi nikmatnya ramen. Sebenarnya rencana makan ramen rame-rame ini sudah saya rencanakan bersama kawan-kawanku sejak dulu tapi hingga kini belum juga terwujud. Saya maklumi, karena kami semua sudah mulai sibuk dengan segala aktifitas kami masing-masing.

Saking kangennya menikmati nikmatnya ramen, akhirnya saya memutuskan untuk menikmatinya hari itu juga. Akhirnya saya kirim pesan singkat pada salah satu juniorku yang memang sudah dekat dari dulu, boleh dibilang dia sahabat karibku, Wusuwa namanya. Saya tanya apa dia sudah boleh keluar rumah? karena hari-hari sebelumnya dia harus banyak beristirahat pasca masa penyembuhan dari typus, dan ternyata dia sudah boleh keluar rumah. Maka kami pun sepakat bertemu di Gokana MKG pada pukul 5 sore hari.

Awalnya kami hanya berencana untuk menyantap ramen saja dan mengobrol seperlunya. Tapi mungkin karena kami sudah lama tidak hang-out bareng akhirnya kami putuskan untuk menonton di 21 La Piazza. Sayangnya film yang ingin kami tonton suduh berjalan dan jam tayang selanjutnya masih lama. Akhirnya kami putuskan mengobrol saja. Kami pun berjalan ke sebuah kedai kopi yang ada di mall tersebut. Dan kami pun mengobrol.

Ada satu hal yang sangat berbekas dalam obrolan kami malam itu. Dan obrolan tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah mengenai kisah saya semasa di kampus yang  tidak pernah saya sadari sebelumnya.

Sewaktu di kampus saya sempat mengagumi seseorang yang menurut saya jauh dari gapaian tangan saya. Ya, karena dia sesosok wanita yang baik budinya, tingkah lakunya dan pakaiannya terjaga, manis pula wajahnya. Dalam benakku dulu, tak mungkin lah saya yang dengan wajah dan perawakan pas-pasan ini bisa mendapatkannya. Rasa-rasanya masih banyak lelaki yang jauh lebih pantas mendampinginya.

Akan tetapi, malam itu juniorku ini bercerita bahwa sebenarnya wanita yang aku kagumi itu dulu sempat menaruh hati padaku. Bagai halilintar di siang bolong, aku terperangah seakan tak percaya. Kami memang sempat dekat, namun kedekatan kami tak lebih dari teman biasa, walau sesekali kami saling berbagi cerita pribadi. Namun tak pernah saya sadari bahwasanya ia sempat menaruh hati pada saya. Mungkin karena saya terlalu menganggap remeh diri saya sendiri. Sayang kini hal itu hanya bisa menjadi kisah masa lalu yang sudah terlewat. Kini dia telah menjalin sebuah keluarga kecil. Memang ketika saya tahu bahwa Ia telah mengikatkan hatinya pada orang lain saya sudah berusaha mengikhlaskan semua yang ku rasa. Saya yakin bahwa yang menjadi pendampingnya saat ini ialah yang terbaik baginya.

Satu hal yang sedikit mengganjal di hati saya saat itu ialah betapa lambatnya saya bergerak dan betapa lemahnya kemapuan saya dalam menangkap sinyal-sinyal yang pernah diberikannya padaku. Saya sempat membuat sebuah surat yang ditujukan kepada orang tuanya, namun surat itu tak jadi saya kirimkan setelah saya tahu bahwa sudah ada yang meminangnya terlebih dahulu. Tapi sudahlah, semua itu sudah berlalu dan biarkan itu semua menjadi sepenggal kisah hidupku di masa lalu.

Yang bisa saya pelajari dari hasil obrolan kami di malam itu adalah bahwa tidak sepantasnya kita merendah diri kita sendiri dan pesimis atas apa yang kita harapkan. Mungkin yang kita kagumi adalah seorang bidadari yang dengan sayapnya Ia terbang lebih tinggi dari jangkauan tangan kita saat itu, namun yakin lah bahwa dengan tekad dan usaha untuk memantaskan diri kita untuknya, maka boleh jadi kita akan berhasil menggapainya. Ingatlah, bahwa jodoh itu sebuah misteri, namun akan tetap menjadi misteri apabila kita tak berusaha untuk menguak tabirnya.

This entry was posted in Story and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>