Advanced Poll
How is the appearance of this website?
Awful
Not that bad
Quite interesting
Good enough
Good


View results
Version 2.08

Google Search

Archives

My Future Plan


Make your own Countdown Clocks

best viewed with

Spread Firefox Affiliate Button

Bidadari Syurga Untukku

October 25th, 2009 winaz STORY [2] Comments
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.

“InsyaAllah aku ikhlas…” balasku ketika temanku bertanya tentang keikhlasanku merelakan orang yang ku sayang bersanding di pelaminan bersama dengan orang terbaik yang Allah pilihkan untuknya, dan orang itu bukanlah aku.

Ini bukanlah kisahku yang pertama, merelakan orang yang kusayangi, yang aku harapkan menjadi pendampingku dan menjadi ibu dari anak-anakku kelak. Kejadian ini semakin membuatku berfikir, betapa aku memang belum pantas untuk diberikan amanah seorang istri. Usiaku memang masih muda, tahun ini baru genap 24 tahun, namun keinginanku untuk menggenapkan dienku di usia muda telah terbersit sejak aku duduk di bangku SMA. Mungkin aku terdorong oleh para mentorku yang menikah di usia muda. Ada yang menikah ketika mereka masih kuliah, dan ada juga yang menikah tidak lama setelah mereka lulus kuliah. Disamping itu, belakangan ini sudah banyak rekan-rekan seusiaku yang telah berumah tangga, bahkan tidak sedikit junior-juniorku yang telah berani membina dan mengarungi bahtera rumah tangga.

Sebenarnya telah berulang kali aku meminta izin kepada orang tuaku untuk diperkenankan menikah di usia muda. Orangtuaku pun telah memberikan izin tersebut sejak lama, asalkan dengan syarat bahwa Istriku kelak tidak boleh menghalangi aku berbakti kepada mereka, begitupun diriku yang tidak boleh menjadi penghalang istriku kelak untuk berbakti kepada orang tuanya. Sudah ku fahami itu, akan tetapi belakangan ini aku sadari bahwa masih banyak yang perlu aku lakukan untuk keluargaku ini, yang tidak kalah penting dari menggenapkan agamaku. Oleh karena itu, meskipun penghasilanku tergolong lebih dari cukup untuk hidup sederhana seorang bujang, akan tetapi aku masih belum dapat menyisihkan sebagiannya untuk bekalku menikah kelak. Mungkin karena targetku juga belum begitu jelas, kapan dan dengan siapa aku akan menikah.

Berulang kali aku cantumkan kata “Menikah” sebagai resolusiku di setiap pergantian tahun, akan tetapi rupanya masih sulit untuk mewujudkan keinginanku yang satu itu. Beberapa kali aku mencoba menargetkan seorang gadis yang ingin ku jadikan pendampingku, dan sebanyak itu pula aku kalah cepat dari orang lain. Walau bagaimanapun juga, aku tidak pernah putus asa dan memundurkan keyakinanku akan seseorang yang telah Allah persiapkan untukku. Seorang gadis terbaik untuk mendampingi sisa hidupku.

Illahi Rabbi…
Sungguh aku yakin atas besarnya kuasamu terhadap diri ini…
Dan aku yakin betapa Engkau tidak pernah sedikitpun meninggalkan hamba-hambamu…
Maka aku memohon kepadaMu…
Bilakah diri ini siap menggenapkan setengah dari agamaMu…
Anugerahkanlah kepadaku seorang bidadari syurga…
Untuk menjadi Ibu bagi anak-anakku…
dan menjadi penenang jiwa ku dikala gundah…
dan menjadi pengingat diriku ketika lupa…
Anugerahkanlah kepadaku seorang bidadari syurga…
yang bersamanya aku dapat membangun rumah terindah di syurgaMu kelak…
yang bersamanya aku dapat belajar untuk semakin dekat kepadaMu…

Illahi Rabbi…
Aku sadar bahwa istri, anak, dan harta hakikatnya adalah ujian dan titipan dariMu…
maka berikanlah aku kekuatan untuk dapat menjaga mereka sebaik-baiknya…
dan berikanlah aku rahmat serta hidayahMu agar aku tidak tergelincir dalam fitnah duniaMu…
Jadikanlah aku sosok yang dapat menjadi Imam bagi para makmumku kelak…
Hanya dengan cinta dan kasihMu aku dapat merasakan cinta dan kasih manusia…
maka tunjukkanlah padaku cinta yang tidak melenakan mata dan hatiku…
hanya padaMu aku memohon… dan Hanya Engkaulah sebaik-baik pengabul doa…

Amiin Yaa Rabbal ‘alamin…

You can leave a response, or trackback from your own site.

2 Comments

  1. dee, October 26, 2009:

    subhanallah.. kagum kak aku dengan keikhlasanmu.. insha’Allah Dia tidak pernah meninggalkan umatNya, ku doakan yang terbaik selalu :)

    note: undangan yang pertama buat aku ya,,dan jangan lupa ikan kakap merah asem manisnya :P

  2. winaz, October 26, 2009:

    Aku mengamini semua doa terbaikmu dee… :)
    Tapi kalo tentang ikan kakap merah asem manisnya aku belom bisa janjiin ya… hehehe coz itu tergantung panitia, dan para ibu2 urusan konsumsi… :D

Leave a comment

Security Code: